HoughtonlakeBoard.org

TIPS & EXPERT ADVICE ON ESSAYS, PAPERS & COLLEGE APPLICATIONS

 

Woro Abidah1

Muakibatul
Hasanah2

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dwi
Sugianto3

 

E-mail [email protected]

Universitas Negeri Malang, Jalan
Semarang No. 5 Malang, 65145, [email protected]

 

 

 

ABSTRAK: Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur (1) tingkat pemanfaatan perpustakaan desa, (2)
faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan desa golongan
anak, remaja, dan dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptis.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dua kesimpulan, yaitu (1) tingkat pemanfaatan perpustakaan
desa meliputi bentuk pemanfaatan sebesar 52% (f), dan
tujuan pemanfaatan sebesar 51% (f), (2) faktor yang
memengaruhi pemanfaatan perpustakaan desa meliputi
kompetensi petugas sebesar 78% (f), gedung dan
sarana perpustakaan sebesar 73% (f), keberhasilan
layanan perpustakaan sebesar 70% (f), dan
kesesuaian koleksi 67% (f).

 

Kata kunci: Perpustakaan
desa, pengunjung
perpustakaan, tingkat pemanfaatan.

 

ABSTRACT: This study aims to measure (1) the utilization rate of village libraries, (2) factors that influence the utilization of village libraries of children, adolescents, and adults. This research uses descriptive quantitative method. Based on the research results obtained two conclusions, namely (1) the utilization rate of the village library includes 52% utilization form (f), and the utilization target of 51% (f); (2) the factors that influence the utilization of the village library include the competence of 78% (f) officers, Libraries of 73% (f), the success of library services by 70% (f), and the suitability of the collection of 67% (f). Keyword: Village library, library visitors, utilization rate.

 

Perpustakaan desa diadakan oleh
masyarakat desa untuk mengembangkan ide dan kreatifitas masyarakat yang
dinaunginya. Perpustakaan desa membantu masyarakat dalam pengambilan keputusan
dengan memanfaatkan infomasi dan
hasil diskusi. Perpustakaan juga berfungsi sebagai sarana rekreasi dengan menyediakan bacaan ringan dan fiksi
serta permainan edukatif. Hal ini sejalan dengan pendapat Sutarno (2008:9) yang
menyatakan bahwa perpustakaan desa adalah sebuah layanan masyarakat yang berada
di desa, dikembangkan dari, oleh, dan untuk masyarakat tersebut.

Perpustakaan
desa dimanfaatkan oleh pengunjung
untuk mengakses buku secara gratis di lingkungan pedesaan. Selain untuk mengakses
bahan pustaka perpustakaan desa juga dimanfaatkan sebagai tempat diskusi,
bimbingan belajar dan lain-lainnya. Pengunjung adalah
orang yang memanfaatkan perpustakaan berupa koleksi, sarana dan prasarana, layanan, dan
lain-lain. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Lasa (2009:237) “Pengunjung
perpustakaan merupakan sekelompok orang atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas atau layanan
perpustakaan” Pendapat tersebut diperkuat oleh Sutarno (2008:9) “Masyarakat
yang dilayani perpustakaan desa yaitu masyarakat yang berada di desa setempat.
Setiap masyarakat mempunyai ikatan emosional yang erat dan bermacam–macam”

Pengunjung
perpustakaan desa biasanya berasal dari masyarakat desa setempat mulai dari
usia anak-anak sampai dewasa tanpa membeda-bedakan ras dan golongan. Kebanyakan perpustakaan desa
dimanfaatkan oleh anak-anak yang biasanya memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat membaca dan
meminjam buku baik untuk hiburan maupun menambah wawasan, namun perpustakaan
sering juga digunakan
sebagai tempat bermain dengan teman-temannya.

Dalam pengembangan minat baca diharapkan perpustakaan desa dapat menjadi
pusat informasi bagi masyarakat tersebut. Hal tersebut
dapat dilihat dari seberapa besar manfaat perpustakaan desa oleh masyarakat. Perpustakaan desa merupakan
salah satu layanan yang berada di desa yang di kembangkan oleh masyarakat desa.
Hal
ini sesuai dengan pendapat Sutarno (2008:9) “Perpustakaan desa
adalah lembaga layanan publik yang berada di desa. Sebuah unit layanan yang
dikembangkan dari, oleh, dan untuk masyarakat tersebut”.

Keberhasilan perpustakaan dapat diukur dari
seberapa tingginya pemanfatan perpustakaaan. Tingkat
pemanfaatan perpustakaan desa yaitu frekuensi pengunjung yang menggunakan perpustakaan
dan kepuasan masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan dari aspek koleksi,
layanan, petugas, gedung, dan sarana
perpustakaan. Pemanfaatan perpustakaan yaitu cara menggunakan fasiltas dan layanan perpustakaan
untuk mengembangkan masyarakat.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Widuri (2015:95-101) variabel tingkat pemanfaatan
perpustakaan ada lima aspek sebagai berikut, (1) kualitas koleksi perpustakaan, (2) keberhasilan layanan perpustakaan, (3) frekuensi pengguna perpustkaan, (4) kemampuan petugas perpustakaan, dan (5) kualitas gedung dan sarana perpustakaan.

Penelitian tentang perpustakaan desa pernah dilakukan oleh beberapa akademis berikut,
(1) penelitian yang pernah dilakukan oleh Utami (2009)
menjelaskan bahwa layanan perpustakaan Desa
Tugu Selatan Cisarua  Bogor belum dilaksanakan
secara maksimal karena jumlah petugas perpustakaan kurang memenuhi,
koleksi kurang berkualitas, kegiatan tidak optimal, serta gedung kurang memadai, namun
dalam penerapan sistem pelayanan perpustakaan desa sudah sesuai dengan
memberikan layanan terbuka, (2) penelitian yang
dilakukan oleh Khumairoh (2013) menjelaskan pemustaka
mempersepsikan sarana-prasarana dengan memberikan tanggapan baik, koleksi yang diperoleh
pada perpustakaan bermanfaat, pemustaka merasa puas terhadap layanan perpustakaan desa, persepsi bagi pemustaka sumber
daya manusia baik, (3). penelitian yang dilakukan oleh Yusi Vebrianti (2013) menjelaskan bahwa pemanfaatan layanan perpustakaan di Perpustakaan Desa efektif. Hubungan penelitian terdahulu dengan
penelitian ini sebagai pelengkap penelitian sebelumnya.

Perpustakaan
desa dikatakan
berhasil jika tujuan perpustakaan yaitu berorientasi pada pemberdayaan
masyarakat dapat tercapai. Untuk mendapatkan hasil sesuai harapan maka perlu
adanya penelitian mengenai pemanfaatan perpustakaan desa. Oleh sebab itu, peneliti mengambil judul
tingkat pemanfaatan perpustakaan Desa Generasi Cerdas.

 

METODE

Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif karena rumusan masalah mengenai
tingkat pemanfaatan perpustakaan desa berdasarkan golongan
usia sehingga penelitian ini banyak menggunakan angka-angka. Hal ini sesuai
dengan pendapat Sugiyono (2014:7) metode kuantitaf adalah metode yang
telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkret/empiris, obyektif,
terstruktur, rasional, dan sistematis. Subjek
penelitian ini adalah pengunjung Perpustakaan Desa Generasi Cerdas.

Sumber
data pada penelitian ini berupa isian angket yang diisi oleh pengunjung perpustakaan golongan anak-anak, remaja, dan dewasa. Penelitian ini menggunakan populasi pengunjung perpustakaan. Sampel yang digunakan menggunakan jenis random sampel. Sampel sebagian dari pengunjung untuk anak sebanyak 78 orang,
remaja sebanyak 45 orang, dan dewasa
sebanyak 52 orang sehingga total sampel dari pengunjung
perpustakaan sebanyak 175 orang.

Instrumen
yang digunakan yaitu pedoman angket berisi pertanyaan mengenai tingkat
pemanfaatan perpustakaan desa dan faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan
desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa. Data
pada penelitian ini berupa frekuensi penilaian hasil angket tingkat pemanfaatan
perpustakaan oleh anak–anak, remaja, dan
dewasa. Data dianalisis sebagai berikut: (1) mengumpulkan data dari instrumen angket yang
sudah diisi, (2) mengidentifikasi dan
mengelompokan data berdasarkan rumusan masalah, (3) menghitung hasil dari data yang dikumpulkan, dan (4) menyajikan hasil
dari data yang telah dihitung.

 

HASIL

Hasil analisis
penelitian tingkat
pemanfaatan Perpustakaan Desa
Generasi Cerdas sebagai
berikut.

 

Profil Perpustakaan Desa

Perpustakaan
Desa Generasi Cerdas merupakan salah satu Perpustakaan Desa di Kabupaten
Malang. Adanya nama Perpustakaan Desa “Generasi Cerdas” bertujuan untuk
mengelola dana bantuan stimulan yang didapat dari PNPM Generasi Sehat dan
Cerdas yang dapat memberi kontribusi 
besar bagi masyarakat dalam rangka mencerdaskan kehidupan masyarakat. Visi Perpustakaan Desa Generasi Cerdas
yaitu terwujudnya perpustakaan desa sebagai sarana pendidikan masyarakat dan
Informasi dalam mewujudkan generasi dan masyarakat yang cerdas.

Tenaga
Perpustakaan Desa Genersi Cerdas sejumlah lima orang. Dua petugas perpustakaan
telah mengikuti BIMTEK dari Perpustakaan Provinsi Jawa Timur, Perpustakaan
Kabupaten Malang dan Perpus Seru. Koleksi Perpustakaan Desa Generasi Cerdas
fokus pada bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan fiksi. Jumlah koleksi
mencapai 1.185 judul dan 1691 eksempalar. Perpustakaan Desa Generasi Cerdas
memiliki koleksi cetak dan non cetak. Koleksi cetak berupa buku teks, serial,
dan terbitan berseri.

Perpustakaan
Desa Generasi Cerdas memiliki beberapa jenis layanan, diantaranya layanan baca
ditempat, layanan peminjaman, bimbingan belajar, latihan menari, pendidikan
pemakai, praktik dari hasil membaca, perpustakaan keliling, dan pembuatan kartu
anggota. Perpustakaan Desa Generasi Cerdas
dibangun di atas tanah seluas 375m2 dan luas bangunan 69 m2.
Bangunan ini terdiri dari tiga ruangan yaitu, ruang
koleksi,  ruang baca, dan  gudang. Sarana dan prasarana perpustakaan desa
berupa rak, meja, kursi, laci katalog, perangkat komputer, papan, mainan,
tempat sampah, karpet, etalase, dan peralatan kebersihan.

 

Pemanfaatan Perpustakaan Desa

Pada subbab ini
akan dipaparkan mengenai hasil
penelitian Pemanfaatan perpustakaan desa oleh
pengunjung yang meliputi: (a) bentuk pemanfaatan
perpustakaan dan (b) tujuan pemanfaatan perpustakaan. Data
hasil penelitian dapat dilihat dari Tabel 1.

 

Tabel 1. Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan Desa

 

Tingkat Pemanfaatan Perpustakaan Desa

Frekuensi %

Rata-Rata

Tertinggi

Terendah

Bentuk Pemanfaatan Perpustakaan Desa

52

58

42

Tujuan Pemanfaatan Perpustakaan Desa

51

54

48

 

Berdasarkan
hasil Tabel 1 diketahui bahwa aspek tertinggi
pada bentuk pemanfaatan perpustakaan
desa sebesar 52 %, sedangkan jumlah terendah pada aspek tujuan
pemanfaatan perpustakan desa sebesar 51%.

 

Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan
Perpustakaan Desa

Pada
subbab ini akan dipaparkan mengenai hasil
penelitian
faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan
meliputi (1) kesesuaian koleksi, (2) kesesuaian layanan dengan kebutuhan, (3)
kompetensi petugas perpustakaan, dan (4) gedung dan sarana perpustakaan. Data
hasil penelitian dapat dilihat dari Tabel 2.

 

Tabel 2. Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan
Desa

 

Faktor
yang Memengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan Desa

Frekuensi %

Rata-Rata

Tertinggi

Terendah

Kesesuaian
Koleksi Bahan Pustaka Perpustakaan Desa

67

71

61

Kesesuaian
Layanan
Dengan Kebutuhan

70

72

69

Kompetensi
Petugas Perpustakaan Desa

78

80

77

Gedung
dan Sarana Perpustakaan Desa

73

75

71

 

Berdasarkan
hasil Tabel 2 diketahui bahwa frekuensi tertinggi pada faktor kompetensi
petugas perpustakaan sebesar 78%, sedangkan faktor terendah pada kesesuaian
koleksi bahan pustaka perpustakaan desa sebesar 67%.

 

PEMBAHASAN

Pemanfaatan Perpustakaan Desa

Pemanfaatan perpustakaan terdiri dari aspek bentuk dan
tujuan pemanfaatan perpustakaan, berikut ini adalah pembahasan dari hasil
penelitian.

Pertama, aspek bentuk pemanfaatan perpustakaan desa yaitu
membaca di tempat, meminjam, kegiatan tidak rutin berupa bimbingan belajar,
latihan menari, perpustakaan keliling, dan sosialisasi perpustakaan desa. Dari hasil isian angket rata-rata bentuk
pemanfaatan perpustakaan desa termasuk cukup. Frekuensi tertinggi bentuk pemanfaatan perpustakaan
desa pada aspek membaca ditempat. Anak, remaja dan dewasa sering datang untuk
membaca di perpustakaan setelah melakukan aktivitas di dekat sekolah, kantor
desa, dan Poskesdes yang lokasinya dekat dengan perpustakan desa. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Yusuf (25:1996) pemustaka yang sering membaca di
perpustakaan biasanya berada di dekat perpustakaan tersebut oleh sebab itu
perpustakaan sebaiknya dekat dengan pelayanan masyarakat.

Frekuensi terendah bentuk pemanfaatan
perpustakaan desa pada aspek kegiatan tidak rutin. Kegiatan tidak rutin berupa
pendidikan pemakai, bimbingan belajar, dan latihan menari, perpustakaan
keliling, sosialisi, penerapan buku, dan kegiatan PKK. Perpustakaan telah
melakukan promosi perpustakaan, namun karena kegiatan tersebut diadakan secara
tidak rutin maka kegiatan promosi tersebut jarang dimanfaatkan. Hal tersebut
sesuai dengan pendapat Lastiyani, (2016) pemasaran di perpustakaan tidak hanya
memasarkan produk barang, tapi produk jasa, dalam hal ini adalah jasa informasi
dan kegiatan. Kegiatan promosi perpustakaan sebaiknya diadakan secara intensif
dan disukai oleh masyarakat.

Kedua, aspek tujuan pemanfaatan perpustakaan desa yaitu
pemanfaatan perpustakaan desa untuk pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan,
literasi informasi, dan rekreasi. Berdasarkan hasil angket rata-rata tujuan pemanfaatan perpustakaan desa golongan
anak, remaja, dan dewasa termasuk cukup.  Frekuensi tertinggi tujuan pemanfaatan
perpustakaan desa pada aspek pemanfaatan perpustakaan desa untuk rekreasi. Pengunjung
memanfaatkan perpustakaan untuk rekreasi dengan cara membaca koleksi yang
menghibur dan bermain. Hal ini sesuai dengan pendapat Fransisca,
(2013:3) alasan pengunjung datang ke perpustakaan
salah satunya sebagai sarana hiburan misalnya memanfaatkan buku yang dapat
menghibur dan menikmati layanan yang disediakan di perpustakaan.

 Frekuensi terendah
tujuan pemanfaatan perpustakaan desa pada aspek pemanfaatan perpustakaan desa
untuk ilmu pengetahuan. Pemanfaatan perpustakaan untuk ilmu pengetahuan
oleh pengunjung
berupa membaca buku ilmu pengetahuan dan sosialiasi di perpustakaan namun karena bahan pustaka yang membahas ilmu
pengetahuan kurang up to date
sehingga pemanfaatanya kurang leboh rendah .Hal ini sesuai dengan
pendapat Darmono, (2004:183) membaca untuk meningkatkan
ilmu pengetahuan misalnya membaca buku pelajaran, buku ilmu pengetahuan. Hendaknya perpustakaan selalu memberikan informasi yang
terbaru dan sesuai dengan perkembangan zaman.

 

Faktor yang Memengaruhi Pemanfaatan Perpustakaan

Faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan meliputi
(1) kesesuaian koleksi, (2) keberhasilan layanan dengan kebutuhan, (3)
kompetensi sumber daya manusia, dan (4) gedung dan sarana perpustakaan.

Pertama, faktor yang memengaruhi pemanfaatan
perpustakaan Desa Generasi Cerdas berdasarkan koleksi perpustakaan yaitu
keaktualan koleksi, kondisi fisik koleksi, bahasa koleksi, kesesuaian subjek
koleksi, dan jumlah eksemplar koleksi
perpustakaan desa. Berdasarkan hasil angket faktor yang memengaruhi pemanfaatan perpustakaan desa
oleh golongan anak, remaja, dan dewasa dari aspek kesesuaian koleksi termasuk tinggi.

Frekuensi tertinggi faktor kesesuaian koleksi
perpustakaan desa pada bahasa koleksi bahan pustaka. Koleksi bahan pustaka mayoritas
membahas ilmu terapan dan fiksi, sehingga mudah dimengerti. Hal tersebut sesuai
dengan pendapat Alamsyari & Djaja (2007:33) dalam pengadaan
bahan pustaka sebaiknya memilih bacaan yang mudah dimengerti dan bahan bacaan
yang bertemakan ilmu-ilmu terapan, agama, dan sosial kemasyarakatan.

Frekuensi terendah faktor kesesuaian koleksi perpustakaan
desa pada  keaktualan koleksi bahan pustaka. Pengadaan buku dari pembelian sering
terhambat karena minimnya dana untuk pembelian sehingga buku menjadi kurang up to date.  Hal tersebut sesuai dengan pendapat Fransisca (2013:7) pengunjung perpustakaan membutuhkan
informasi yang up to date, sesuai
dengan kebutuhan, dan dapat menghibur.

Kedua, faktor kesesuaian
layanan dengan kebutuhan golongan anak, remaja, dan dewasa Perpustakaan Desa
Generasi Cerdas yaitu kesesuaian pelayanan perpustakaan desa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan,
kebudayaan, ilmu pengetahuan, literasi informasi, dan rekreasi. Berdasarkan
hasil angket tingkat pemanfaatan perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa dari faktor keberhasilan layanan
dengan kebutuhan perpustakaan
desa termasuk tinggi.

Frekuensi tertinggi faktor kesesuaian layanan dengan
kebutuhan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan hiburan. Pelayanan untuk rekreasi yaitu story teling, layanan koleksi fiksi, dan
permainan Hal ini sesuai dengan pendapat Bafadal
dalam Sutarno (2006:34) manfaat perpustakaan
adalah memperoleh kesenangan rekreasi dan kepuasan batin yang tidak dapat
ditemukan di tempat lain.

Frekuensi terendah faktor kesesuaian layanan dengan
kebutuhan pada pelayanan untuk memenuhi kebutuhan ilmu pegetahuan. Pelayanan perpustakaan untuk
memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan yaitu memberikan bacaan untuk menambah
wawasan pengunjung perpustakaan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Widijanto (2008) perpustakaan perlu menyediakan layanan untuk ilmu pengetahuan bagi
masyarakat dengan cara memberi bacaan–bacaan yang mutakhir.

Ketiga, faktor kompetensi petugas
perpustakaan desa yaitu
penguasaan berbagai ilmu pengetahuan, memiliki kemampuan intrapersonal, dan
interpersonal. Berdasarkan hasil
angket tingkat pemanfaatan perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa dari kompetensi
petugas perpustakaan desa termasuk tinggi.

Frekuensi
tertinggi faktor kopetensi petugas perpustakaan pada kemampuan interpersonal. Petugas perpustakaan
mempunyai latar belakang petugas perpustakaan sekolah, guru, ketua PKK, dan pekerja
sosial sehingga mereka memilki sifat yang ramah, sopan dan mudah bergaul kepada
semua golongan masyarakat. Hal ini sesuia dengan pendapat Acmad (2012:5) “Pekerjaan petugas
perpustakaan selalu kontak dengan orang lain maka dari itu dibutuhkan keterampilan interpersonal. Petugas
perpustakaan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemustaka, disertai
senyum dan sapa, sopan dan salam kepada pengunjung”.

Frekuensi terendah faktor kopetensi petugas perpustakaan
pada kemampuan intrapersonal. Petugas
perpustakaan aktif mengikuti berbagai pelatihan baik yang berasal dari keilmuan
perpustakaan maupun dari luar keilmuan perpustakaan, misalnya pelatihan cara
mengelolah hasil panen dan latihan menari, yang kemudaian diterapkan di
perpustakaan desa. Widijanto (2008) kompetensi (intra) personal antara lain berupa kemandirian,
keindependenan, kejujuran-keberanian, keadilan, keterbukaan, mengelola diri
sendiri, dan menempatkan diri sendiri secara bermakna serta orientasi pada
keunggulan yang sesuai dengan kehidupan global.

Keempat, faktor gedung perpustakaan desa yaitu kualitas gedung
perpustakaan desa, sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil angket rata -rata gedung dan sarana perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa berdasarkan gedung dan sarana perpustakaan desa termasuk tinggi.

Frekuensi tertinggi faktor gedung dan sarana perpustakaan
desa pada kualitas gedung perpustakaan desa. Gedung perpustakaan desa memiliki luas 69 m2  sirkulsai udara
yang lancar, pencahayaan yang cukup dan gedung yang bersih sehingga kualiatas
gedung perpustakaan cukup baik. Gedung perpustakaan
memperhatikan faktor ekstern yaitu lingkungan dan faktor intern yaitu tata
ruangan. Hal
tersebut sesuai dengan pendapat Acmad (2012:5) gedung perpustakaan yang baik
dilihat dari penataan ruangan menarik, posisi strategis, pewarnaan yang baik,
dan memudahkan aktivitas yang ada.

Frekuensi
terendah pada faktor gedung dan sarana perpustakaan desa pada sarana dan prasarana perpustakaan desa. Sarana
prasarana yaitu kursi, karpet, meja, dan alat peraga sudah memenuhi kebutuhan,
namun untuk meninkatkan jumlah pengunjung perlu menambahkan sarana yang sering
dimanfaatkan masyarakat yaitu komputer dan wifi. Hal tersebut sesuai dengan
pendapat Suwarno ( 2009:110-111) ketersediaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan, kondisi,
kontruksi, kualitas, ukuran, dan persyaratan tertentu sangat penting sebagai
kekuatan perpustakaan.

 

SIMPULAN
DAN SARAN

Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tingkat pemanfaatan perpustakaan desa
oleh golongan anak, remaja, dan dewasa meliputi bentuk pemanfaatan dan tujuan pemanfaatan perpustakaan. Bentuk pemanfaatan perpustakaan termasuk cukup dengan frekuensi sebesar 52%. Tujuan pemanfaatan perpustakaan termasuk cukup dengan frekuensi sebesar 51%.

Kedua, faktor yang memengaruhi pemanfaatan
perpustakaan desa oleh golongan anak, remaja, dan dewasa. Faktor kompetensi
petugas perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 78%. Faktor  gedung dan sarana perpustakaan desa termasuk
tinggi dengan frekuensi sebesar 73%. Faktor
keberhasilan layanan perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar
70%. Faktor kesesuaian koleksi
perpustakaan desa termasuk tinggi dengan frekuensi sebesar 67%.

            Dalam
penelitian ini beberapa hal yang dapat disarankan kepada pengelola perpustkaan agar pemanfaatan perpustakaan desa
dapat meningkat adalah sebagai berikut, (1) memperbanyak kegiatan sesuai dengan usia, (2) mengikuti pelatihan dan traning motivasi agar kemampuan
intrapersonal meningkat, (3) menambah sarana sesuai kelompok umur,
(4) meningkatkan
layanan yang di butuhkan terutama untuk kebudayaan dan ilmu
pengetahuan, (5) melakukan pengembangan
koleksi sesuai dengan usia, dan (6) sosialisasi mengenai pentingnya perpustakaan desa sebagai tempat menambah ilmu pengetahuan.

 

DAFTAR
RUJUKAN

 

Acmad, 2012. Layanan Cinta : Perwujudan
Layanan Prima ++

Perpustakaan. Surabaya: Sagung Seto 

 

Alamsyari
K.H. & Djaja.W. 2007. Maju dengan
Membaca. Kelaten: Cempaka Putih.

Darmono.
2004. Manajemen dan Tata Kerja
Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Gramedia.

 

Fransisca,
D. 2013. Motivasi Kunjungan Pada Perpustakaan Umum (Studi Deskriptif Mengenai
Motivasi Kunjungan Pada Perpustakaan Umum Kota Trenggalek). (Online).http://journal.unair.ac.id). diakses 26 Januari 2017.

 

Lasa. 2009. Manajemen Perpustakaan Sekolah.
Yogyakarta: Pinus Book.

Lastiyani, M.N. 2016. Strategi
Pemberdayaan Perpustakaan Desa.

 

Sugiyono.
2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:
Alffabeta.

 

Sutarno NS.2006.
Perpustakan dan Masyarakat edisi Revisi.
Jakarta:

Sagung
Seto.

 

Sutarno
NS. 2008. Membina Perpustakaan Desa.
Jakarta: Sagung Seto.

 

Suwarno. 2009. Psikologi Perpustakaan. Jakarta: Sagung
Seto.

 

Utami,
A.F. 2009. Layanan Perpustakaan Desa : Studi Kasus desa tugu selatan Cisarua,
Bogor. (Online) (http://lib.ui.ac.id)/,
diakses pada 23 April 2015.

 

Widijanto,
T. 2008. Sentralitas Kompetensi, Aplikasi Teknologi
Informasi, dan Strategis Holistik : Upaya Perpustakaan – Pustakawan
Meningkatkan Profesionalisme dan Kualitas Layanan di Era Globalisasi. Majalah
Visi Pustaka, 10 (03) (Online), (http://perpusnas.go.id) diakses 26 Februari
2017.

 

 Widuri, N R.
2015. Pena Pustakawan Bunga Rampai
Publikasi Perpustakaan. Bandung: Yrama Widya.

 

Yusuf, T. 1996. Manajemen Perpustakaan
Umum.
Jakarta: Universitas

Terbuka.

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Irvin!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out